Showing posts with label Keluarga. Show all posts
Showing posts with label Keluarga. Show all posts

Saturday, 2 September 2017

And the memories back...

Mimpi adalah bunga tidur
Mimpi sejatinya adalah angan kita akan sesuatu hal
Mimpi adalah bla bla bla
Dan bagi gw mimpi adalah penanda gw kangen sama sesuatu hal atau moment
Semalam gw bermimpi berada di tengah2 keluarga besar. Bermain dengan sepupu, bahkan sama ponakan: Sifa dan Hayu. 
Seingat gw, mayoritas mimpi gw berkaitan dengan keluarga di rumah. Kadang sama ibuk, bapak, ato keluarga lain. Kadang Mbak Lis. Meski jarang.
Mbak Lis adalah orang yang selalu ingin gw temui di mimpi, entah nantinya gw ketawa ato menangis seperti dulu. 
Dan memori-pun kembali...
Teringat pertama kali bertemu mbak Lis di kos. She's so chic cenderung dingin. Tapi dinginnya berubah menjadi hangat. Sangat menenangkan dan membuat nyaman. Kadang kesel karena Mbak Lis menjadi tidak asyik ketika berbicara masalah Super Junior atau Korea. Tapi, siapa peduli dengan semua itu ketika Mbak Lis adalah orang yang selalu ingin gw sapa di pagi hari? Selalu berkata yang penting gw sehat mau seberapa besar badan gw. Selalu selangkah lebih maju dari gw ketika mencari informasi dan ratu infotaiment kita. 
It is more than a year since she left. Dan hati kecil gw selalu ingin dia kembali. Entah gimana. Dan entah apa yang dipikiran gw. Yang jelas gw akan selalu merindukannya. A lots.
Berasa ingin bikin project duo
Akan selalu menunggu untuk kembali berpetualang bersama
Iih! Tua! 30 tahun! HappyBdayKakak!
And then, hai nephews and cousins!!
Jumlah sepupu gw yang bejibun dari pihak bapak dan ibu cukup membuat pening. Tiap kali mau jalan, satu  mobil pun tak cukup. Akhirnya harus ada yang dikorbankan. Hehe. 
Sepupu-yaaa.. Aku akan selalu berterima kasih untuk kebersamaan kita.Dan kebersamaan tidak selalu harus diwujudkan dengan dolan bareng kan?  Mari kita berkumpul dir rumah, bikin BBQ till drop!

Wirotinoyo's invantion!
Kembali menyerang Korea!
How i miss you, guys..
Pengen ih kembali bersama kalian dan melupakan tugas negara ini. Ya, sangat dewasa sekali gw. Haha. 
Setidaknya dengan menulis, gw berharap kerindungan ini akan sedikit teralihkan. Meski keinginan itu akan terus ada.


Friday, 12 August 2016

Selamat Ulang Tahun, Bapak!

Agustus. Ini bulan banyak yang ulang tahun. Ada bapak, Tari, RI, dan Mbak Lis. Postingan kali ini special untuk Bapak. Uri appa :)
My Dad is very charming rite?
Bapak. Kalimat bapak yang paling gue inget adalah saat kita berkunjung ke rumah sodara pas lebaran. Bapak bilang,"Hartaku itu cuma dia," ketika Pakde menyarankan gue untuk merantau ke daerah lain. Gue merasa merinding. Meski akhirnya gue pergi merantau juga. Jauh dari bapak, ibu, dan keluarga. 
Bapak yang selalu saja mewanti-wanti untuk enggak pulang malam, bapak yang selalu bilang untuk hati-hati dijalan, bapak yang selalu menyuruh pergi berdua jangan pergi sendirian ke mana2, bapak yang memerintahkan untuk lewat jalan yang paling aman. Dan bapak yang memberi sapu tangan untuk mengelap air mata gue. 
Teman2 gue berkelakar bahwasanya bagaimana bisa bapak ngizinin gue ke Kalimantan sementara tiap kali kita jalan selalu muncul kalimat,"Jangan pulang malem-malem,"? 
Kadang gue juga jengah kalo tiap maen dibilangin seperti itu, terutama dulu. Tapi sekarang kalimat itu gue rindukan. Gue udah bisa ketawa kalo dipeseni bapak untuk gak pulang terlalu lama. Sejujurnya maen sampai malam, apalagi udah keluar sejak pagi membuat gue juga gak nyaman.
Bapak itu jarang marah. Kalau kita anak2nya pulang kemaleman, yang kena semprot yang dirumah. Ibuk yang paling sering kena *jeongmal mianhae, buk*. Kita yang ketawa2 aja kalo dimarahi ibuk karena ibuk yang kena marah. Lucunya, kalau kita udah sampai rumah, bapak akan biasa aja. Gak akan memarahi kita. Mungkin itu yang bikin gedeg ibuk. Haha. 
Dan bapak is a good giver! Tiap ada makanan di rumah pasti ada aja dikasih ke tetangga atau pembeli. Alhasil kita yang kadang pengen makan makanan itu tinggal gigit jari. Terutama kalo kita gak segera makan. Uuh jelas langsung ilang tu makanan. Haha.
Bapak itu pintar ngomong, super dan komentator handal. Oiya, bapak juga punya handwriting yang oke punya. Sayang dari beberapa kemampuan itu, gak ada satu pun yang nurun ke anaknya. Tulisan tangan gue dan Damar sama absurdnya meski bernilai seni tinggi *cih*, dan kita berdua sama nge-blanknya kalo soal bergaul dengan orang lain, apalagi yang belom kenal. Kalo bapak mah meski baru semenit di tempat baru pasti udah asyik ngobrol, emm, tepatnya bapak yang ngomong orang lain yang dengerin. 
Tapi setelah dipikir2,gue dan damar seperti melengkapi karakter bapak dan ibuk, misalnya ibu gue termasuk hemat. Itu dilengkapi sama kelakuan gue dan damar yang boros. Bapak yang suka ngomong, gue lengkapi dengan suka denger. Tapi ada pengecualian, Bapak sama Damar sama stubbornnya. Haha. Gue yang langsung naik darah kalo Damar kumat ngeyelnya. 
Banyak yang bilang kalo bapak itu lucu. Well, ada benarnya juga. Pernah bapak tanya ke kita apa bedanya piano sama keyboard? Kita geleng-geleng kepala. Kata bapak bedanya kalo piano itu bisa nyanyi, keyboard enggak. Gue mlongo gak tahu maksudnya. Lalu beliau melanjutkan,"Piano mari mari pianoo,". 
Enggg
*hening seketika*
Makin melongo lah kita trus lanjut ngakak bareng. Sampai saat ini joke itu adalah favorit kita semua.
Lebaran kemarin
Entah gaya apa yang diperagakan bapak itu
I love the way bapak is...
Bapak make me like i am now...
With his care, mad, and love...
Hope me and Damar able to make Bapak happy..
Please stay healty, happy, dan charmning..
Last but not least..Here's for u dad, from my MIA 1

Terimakasih MIA 1!
You are the best!
Appa saranghae!!!